Mahasiswa Teknik Industri ITTP Membuat Alat Bantu Kebocoran Ban Pada Sepeda Motor

Kreativitas dan inovasi dewasa ini menjadi daya ungkit dalam mengakselerasi tumbuhnya pembangunan di segala bidang. Beragam upaya telah dilakukan Pemerintah untuk mampu mendorong lahirnya karya inovasi karya anak Bangsa, diantara yang paling populer di dunia mahasiswa adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Program Kreativitas mahasiswa (PKM) merupakan wadah untuk mewujudkan potensi-potensi mahasiswa dalam berkarya secara nyata sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya bersama mengatasi problem-problem di masyarakat. Mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) memperoleh pendanaan PKM tahun 2021 dengan membuat alat bantu kebocoran ban bagi pengguna sepeda motor. Mahasiswa tersebut adalah Dita Trianingrum, Wahyu Bagas Laksana, dan Fitria Agustina dibantu oleh Rheizha Paleva Purnomo dan Arif Reza Basirun S.T. serta Aswan Munang, S.T. M.T. sebagai dosen pembimbing.

Permasalahan sering terjadi pada pengguna sepeda motor adalah terjadinya kebocoran ban di perjalanan serta jarak menuju bengkel jauh. Kebocoran ban yang terus dipaksakan untuk dikendarai akan menyebabkan ban rusak dan tidak bisa dipakai kembali. Hal tersebut sangat menghalangi mobilitas dalam beraktivitas. 

Alat ini diberi nama Postrub. Istilah nama alat ini berasal dari kata serapan Bahasa Rusia yang artinya alat untuk ban bocor. Penggunaan Postrub diperuntukkan bagi pengguna sepeda motor, yaitu motor matic dan motor manual. Proses pembuatan Postrub dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2021.


Teknis kerja alat Postrub sangat mudah digunakan. Alat dilengkapi dengan ramp yang fleksibel untuk mempermudah dalam proses pemasangan serta pengunci menggunakan belt  sehingga saat digunakan alat tidak terlepas dan posisi ban stabil. Penggunaan Postrub dapat membantu para pengguna sepeda motor untuk menjangkau bengkel terdekat.

Penggunaan Postrub sebagai alat bantu kebocoran ban yang safety bagi pengendara motor merupakan tujuan yang harus dicapai. Produk Postrub dilakukan pengujian pada kendaraan, hasilnya masih mengalami kendala sulit untuk berbelok dan kurang stabil untuk dikendarai. Pengembangan produk Postrub dan pengujian terus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang cukup baik. Postrub generasi kedua memiliki tingkat kenyaman untuk berbelok, jalanan tidak rata, menanjak dan stabil dikendarai. Postrub memiliki dimensi 160 mm x 190 mm x 100 mm dengan berat 2 kg. Dengan dimensi dan berat tersebut sangat memungkinkan Postrub ini masuk ke dalam bagasi motor.

Inovasi tersebut muncul atas dasar pengalaman pribadi dari Wahyu yang juga salah satu mahasiswa yang mendesain Postrub. “Ide itu terlintas saat saya mengalami ban bocor di perjalanan menuju tempat kerja praktik. Saya membayangkan untuk membuat suatu alat yang bisa digunakan saat terjadi ban bocor sehingga saya tidak capek-capek lagi mendorong motor hingga bengkel” sambung wahyu saat menjelaskan inovasi tersebut muncul.

Tantangan dari inovasi yang terus berkembang adalah bagaimana mewujudkan ide-ide tersebut menjadi sebuah karya nyata yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. “Ide juga muncul dari lingkungan sekitar yang kadang kita lupa untuk menyelesaikan masalah tersebut karena sudah terbiasa” sambung Dita sebagai ketua tim.

Produk Postrub menjadi salah satu alternatif solusi dalam kebocoran ban, diharapkan rekan-rekan mahasiswa dapat terus menciptakan sebuah ide dari permasalahan yang ada di sekitar dan mewujudkan ide tersebut sehingga dapat menjadi sebuah solusi dari permasalahan tersebut. alhasil semoga dengan hasil PKM ini menjadi inspirasi untuk mahasiswa maupun sivitas akademika ITTP untuk terus berinovasi kedepan untuk masyarakat Bangsa dan Negara.