Kalkulus, ada yang bikin kepanjangan dari “Kalau Kuat Pasti Lulus” atau “Kagak Lulus-lulus”. Kalau ditanya kalkulus mudah atau tidak, sebagian besar paling menjawab KALKULUS SUSAH BANGEET. Kok bisa begitu? Faktanya ada kating yang mengulang berkali kali untuk lulus atau nilai minimal BC. Pokoknya kalkulus itu punyanya anak IPA yang pinter hitung-hitungan. Anak IPS/Bahasa sih tidak mungkin bisa menguasai Kalkulus. Eitsss…. Jangan mudah termakan doktrin kating. Yang dipelajari di dalam kalkulus itu gampang dan asyik kok! Dan yang bisa menguasai kalkulus tidak hanya anak IPA, mau bukti?

Gambar 1. Gottfreid Wilhelm Leibniz (Sumber: Wikipedia)

Nama lengkapnya Gottfreid Wilhelm Leibniz, lahir di Leipzig tahun 1646. Ayahnya seorang professor dalam bidang filsafat moral di Universitas Leipzig, dan beliau meninggal saat Leibniz berusia 6 tahun. Tahukah kamu? Leibniz sosok orang yang dimustahilkan. Tapi quote milikiny Everything that is possible demands to exits telah membantah kemustahilan mereka. Leibniz ahli dibidang hukum, agama, filsafat, sastra, politik, geologi, metafisika, kimia, sejarah, dan matematika. Woow multidisiplin banget ya.

Everything that is possible demands to exits

Leibniz’s Quote

Tahu nggak, dalam matematika, Leibniz belajar sendiri lho. Jadi setelah dapat gelar doctor hukum di umur 20 tahun, Ia keliling ke negara-negara Eropa untuk mencegah ancaman militer Perancis terhadap Jerman dan mencoba mendamaikan gereja Katolik dan Protestan. Nah saat di Paris, ia bertemu dengan ilmuwan matematika bernama Huygens. Huygens lah yang bikin Leibniz suka matematika. Rasa penasarannya membuat Leibniz membaca paper dan jurnal matematika. Leibniz lebih sering  menerapkan konsep ATM (Amati tiru modifikasi) dari hasil-hasil penemuan matematika yang lain. Akhirnya penelusuran Leibniz mengarah ke penemuan besar lho! Apa itu? Kalkulus, waah keren.

Menurut sejarah, konsep differensial pertama kali digunakan oleh Leibniz tahun 1673. Notasi yang diusulkan Leibniz mampu mengembangkan kalkulus menjadi lebih maju dan bisa dirasakan manfaatnya hingga saat ini. Saat ini konsep Leibniz telah banyak dimanfaatkan di berbagai ilmu terapan seperti fisika, kimia, dan ekonomi.

Nah, masih beranggapan kalkulus hanya untuk orang IPA? Mungkin ada yang bilang “Leibniz kan orang pinter, doktor, jadi ya mudah belajar matematika”. Eitss… Ingat, Leibniz memang orang pintar. Doktor tapi di bidang hukum. Kalau hukum pasti matematikanya sangat minim kan. Di hukum juga tidak ada mata kuliah kalkulus. Nah, kok bisa? Karena apa coba? Karena kemauan, adanya lingkungan yang mendukung, dan teman-teman yang membantu. So, buat kamu yang pesimis bisa seperti Leibniz, coba ciptakan faktor-faktor kayak Leibniz.

By : Ridho Ananda, S.Pd, M.Si

Sumber : Kalkulus James Stewart Edisi 4