Begini, System Thinking Mengajari Kita

Ittelkom purwokerto

Cause & effect are not closely related in time and space

Sebuah hukum systems thinking nomor 7 yang dibuat oleh Peter Senge.

Keputusan yang kita buat sekarang, tidak akan kita ketahui segera akibatnya. Untuk sebuah sistem yang kompleks, perlu waktu yang lama untuk bisa terlihat hasilnya. Pun, efek yang dihasilkan tidak hanya terbatas pada satu tempat saja. Begitu kira-kira maksudnya.

Ada yang pernah mendengar istilah butterfly effect?
Bagaimana sebuah kepakan sayap kupu-kupu di Brazil beberapa minggu sebelumnya, mampu menyebabkan terjadinya tornado di Texas kemudian harinya. Kepakan sayap kupu-kupu ini menciptakan sebuah perubahan kecil di atmosfer yang kemungkinan mengubah arah atau menyebabkan adanya delay pada si tornado, hingga terjadi tornado dahsyat pada suatu tempat tertentu di waktu tertentu. Sebuah sebab kejadian kecil di waktu dan tempat tertentu, memicu sebuah efek yang besar di waktu dan tempat yang lain.

Nah ya, semacam itulah si hukum ini bekerja.

Sama ketika kita membuang satu sampah plastik di Sungai Serayu, misalnya. Sampah ini akan mengalir melampaui jarak dan waktu hingga sampailah ke Sungai Citarum. Lalu, tanpa kita sadari, Sungai Citarum berhasil menjadi salah satu sungai terkotor di dunia. Dan itu, hanya akibat kita membuang sebuah sampah plastik.

Di ranah perusahaan, Toyota Indonesia dengan kaizennya bisa menjadi sebuah contoh. Ketika melihat tingkat kehilangan bolpen yang tinggi oleh para operator SMK, maka dibuatlah standar prosedur untuk menempatkan semua bolpen di sebuah tempat. Tingkat hilang bolpen turun drastis.

Penghematan dari segi waktu dan biaya ini, secara tidak langsung akan berpengaruh pada meningkatnya keuntungan perusahaan. Peningkatan keuntungan perusahaan berarti meningkatnya kesejahteraan karyawan. Dan secara otomatis, meningkatkan kesejahteraan anggota keluarga karyawan. Dampak dari kesejahteraan karyawan jika ditelusuri lagi, dapat mempengaruhi beberapa sektor lain. Pendidikan, misalnya. Dan itu, akibat dari menaruh bolpen pada tempatnya.

Dalam ranah kebijakan publik, ketika subsidi BBM dipangkas, misalnya. Apakah dalam jangka panjang, hal ini akan menambah atau mengurangi daftar kemiskinan?
Pun dalam sebuah pemilihan kepala daerah. Bagaimanakah efek pemilihan di satu daerah akan mempunyai dampak di daerah lainnya?

Maka, begitulah system thinking mengajari kita bahwa,
Setiap keputusan membutuhkan waktu untuk bisa terlihat efeknya. Tak setiap efek terjadi karena adanya sebab yang dekat, pun tak setiap sebab menimbulkan efek yang cepat.

Jadi, mari belajar untuk “bersumbu panjang” ketika melihat fenomena di sekitar kita..

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *