Data Analisis : Contoh Dan Manfaatnya

 

Beberapa waktu belakangan ini, para artis ini berlomba-lomba mencoba peruntungan membuka bisnis oleh-oleh kekinian. Memanfaatkan nama besarnya sebagai artis, bisa dipastikan bisnis tersebut langsung menyedot perhatian publik. Padahal apabila ditelaah lebih lanjut, bisnis para artis ini memiliki banyak kemiripan dalam hal konsep, promosi, kemasan, cita rasa yang ditawarkan, hingga pemilihan nama untuk oleh-oleh kekinian mereka.

Salah satu yang mengawali bisnis ini adalah Dude Herlino dengan Jogja Scrummy-nya pada tahun 2016 yang berlokasi di Jogja. Pemilihan Jogja sebagai lokasi bisnis ini karena hampir semua warga Indonesia bahkan mancanegara penasaran dengan apapun yang ada di Jogja. Mulai dari budayanya, agamanya, pariwisatanya, dan kulinernya selalu dirindukan semua orang terutama pelajar dan wisatawan yang pernah tinggal atau datang ke Jogja. Outlet pertama di daerah jalan Kaliurang KM 5,5 Yogyakarta. Kemudian disusul oleh ketiga outlet lainnya yang berada di Jl. Brigjen Katamso, Jl. Jogonegaran, Jl. Laksda Adisucipto, dan booth Jogja Scrummy yang ada di Mall Malioboro.

Perlu diketahui, Jogja Scrummy memiliki 6 varian rasa, yaitu Scrummy Srikaya, Scrummy Mangga, Scrummy Keju, Scrummy Cokelat, Scrummy Taro, dan Scrummy Caramel. Akan tetapi, tidak semua outlet menyediakan varian rasa tersebut. Apabila kita berkunjung ke outlet yang ada di Jalan Kaliurang, hampir tidak pernah kita menjumpai Scrummy Cokelat. Akan tetapi Scrummy Mangga memiliki stok yang cukup banyak. Apabila kita menginginkan Scrummy Cokelat, kita dapat mengunjungi outlet yang ada di Jl. Brigjen Katamso.

Kok bisa? Mengapa begitu? Mengapa sebuah produk tidak ditemukan disebuah store namun ditemukan di store lainnya? Penyebabnya adalah DATA. Beberapa perusahaan yang berkembang saat ini menggunakan DATA sebagai Business Direction.
Jogja Scrummy menggunakan DATA penjualan untuk mendapatkan feedback produk mana yang laku di sebuah outlet. Mengapa mereka perlu itu? Apa untungnya? Pikiran kita sebagai orang awam,
“Jualan ya jual aja, laku atau tidak produk kita merupakan hal yang wajar dalam proses”.

Akan tetapi, untuk sebuah usaha yang menjual berbagai jenis produk, yang memiliki beberapa outlet, hal tersebut cukup signifikan pengaruhnya.

Apa pengaruhnya? Dalam prosesnya, Jogja Scrummy membutuhkan beberapa bahan baku. Entah itu Scrummy Srikaya, Scrummy Mangga, Scrummy Keju, Scrummy Cokelat, Scrummy Taro maupun Scrummy Caramel. Outlet tersebut diharapkan untuk bisa efisien menggunakan bahan bakunya dalam penjualan per hari. Apabila ada bahan baku yang tidak habis digunakan dalam sehari atau lebih, mungkin akan mengakibatkan bahan tersebut tidak menjadi FRESH. Sehingga akan mempengaruhi rasa produk tersebut jika dijual.

Sejauh ini Jogja Scrummy terlihat mengolah data penjualannya dengan baik. Sehingga trend penjualan dari masing-masing outlet bisa diketahui untuk mempengaruhi Business Decision. Selain mendapatkan informasi produk mana yang laku di sebuah outlet, data penjualan juga bisa diolah sebagai masukan tim distribusi. Hanya bahan baku yang banyak digunakan saja yang akan didistribusikan ke sebuah outlet. Efisiensi penggunaan bahan baku dan distribusi barang akan terasa dan mempengaruhi biaya operasional. Apabila biaya operasional bisa lebih efisien dan di alihkan ke budget lainnya, maka akan meningkatkan keuntungan.

DATA, itu asalnya. Ketika diolah, data menjadi sebuah Informasi. Informasi itulah yang digunakan dalam sebuah bisnis dalam pengembangan usahanya. Strategi, Business Decision dan prediksi Trend dari penjualan sebuah produk bisa di lakukan.

Sudahkan Anda memanfaatkan DATA yang anda miliki??

 

Atik Febriani, ST., MT.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *